MengukurAuto transformator, trafo variabel dan pulsa. Berhubung trafo jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan maka caranya cukup menghubungkan probe merah ke kaki pertama dan probe hitam ke kaki lainnya, maka jarum harus bergerak mendekati 0. Jika tidak berarti rusak. Lihat juga cara mengecek saklar yang rusak. Untukmengetahui sebuah trafo masih bagus atau sudah rusak adalah dengan menggunakan AVO meter. Caranya posisikan AVO meter pada posisi Ohm meter, lalu cek lilitan primernya harus terhubung. Cara menggulung kawat trafo dilakukan dengan melilitkan kawat secara merata syaf demi syaf. Antara syaf satu dengan yang lainnya diberi isolasi kertas Caracek hape bekas masih bagus atau tidak secara manual. Iters hari ini Intan mau membagikan cara mengecek handphone bekas buat anda yg suka membeli handphone dari tangan kedua alias bekas. Membeli barang elektronik bekas seperti handphone memang lebih murah dibandingkan membeli barunya. Apalagi sekarang sudah banyak grup jual beli benda Jikakita sudah mengetahui jenis transistor PNP atau NPN, selanjutnya kita coba cara mengetes transistor masih baik atau rusak, masih hidup atau sudah mati. caranya cukup mudah, minimal anda sudah mempunyai multimeter atau ohmmeter saja sudah cukup untuk mengeceknya. jika sudah mengetahui jenisnya, selanjutnya tinggal kita cek, kalau tidak hP3l. Trafo atau transformator adalah komponen yang memiliki peran yang cukup penting dalam proses pendistribusian yang terjadi pada tenaga listrik. Pengertian trafo Trafo atau transformator adalah perangkat yang memindahkan daya listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain melalui egek elektromagnetisme tanpa mengalami perubahan merupakan bagian penting dalam sistem kelistrikan. Trafo dapat digunakan untuk mengubah besar tegangan listik AC, baik menurunkan maupun menaikannya. Baca juga Mencari Kuat Arus Keluaran pada Trafo Trafo umumnya terdiri atas dua lilitan kumparan, satu merupakan kumparan primer, satunya lagi kumparan sekunder. Kumparan primer terhubung dengan tegangan input, sedangkan kumparan sekunder terhubung dengan output atau keluarannya. Rasio besar tegangan pada trafo sebanding dengan rasio jumlah lilitannya, semakin banyak lilitan maka semakin besar teganganya begitupun sebaliknya. Cara kerja trafo Cara kerja trafo didasarkan pada dua prinsip, yaitu Bahwa arus listrik dapat menimbulkan medan magnet. Perubahan medan magnet didalam suatu kumparan kawat akan menghasilkan tegangan diujung kumparan induksi elektromagnet. Perubahan arus listrik pada kumparan primer menyebabkan perubahan fluks magnetik. Perubahan fluks magnet menimbulkan tegangan pada kumparan sekunder. Jika kumparan primer dikenai tegangan listrik yang terus berubah-ubah terhadap waktu tegangan AC, makan akan timbul GGL electromotive force=emf sesuai hukum Faraday. Baca juga Penggunaan Persamaan Efisiensi Trafo untuk Mencari Kuat Arus Primer Arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan listrik pada inti besi. Hampir keseluruhan medan magnet yang ditimbulkan tersebut terkumpul dalam inti besi dan selanjutnya diteruskan ke kumparan sekunder. Perubahan medan magnet pada kumparan sekunder menimbulkan GGL induksi sesuai hukum Faraday. Laju perubahan fluks magnetik pada kumparan sekunder sama dengan laju perubahan fluks magnetik pada kumparan primer sehingga dalam hal ini rasio antara tegangan GGL pada kumparan sekunder dan primer bergantung pada rasio jumlah lilitannya. Referensi Tobing, Bonggas. 2003. Peralatan Tegangan Tinggi. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama. Djufri, Idham. 2022. Transformator. Yogyakarta CV Budi Utama. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Home > Transformator > Kaidah Mengukur Transformator Masih Bagus atau Tidak Trafo Rusak Kaidah Mengukur Transformator Masih Bagus atau Tidak Trafo Rusak Transformator atau trafo, tentu deh pernah Kamu lihat sambil Anda membuka dalaman TV, Tape Deck, atau Compo. Lantas bagaimana cara cek trafo switching atau transformator baru yang belum pernah diukur. Transformator adalah satu organ yang digunakan untuk memungkirkan tegangan listrik bolak pesong AC menjadi lebih raksasa atu kian kecil dari semula. Nah, Transformator/trafo ini mengikuti prinsip kerja induksi elektromagnetik. Di kedua ujungnya terdapat dua jenis lilitan, yaitu lilitan primer dan lilitan sekunder. Untuk memaklumi kerusakan pada trafo, maka Cara mengecek trafo CT kemungkus atau tak adalah dengan mengukurnya suatu persatu padang tiap kaki dengan menggunakan multimeter yang diposisikan puas opsi ohm. Terletak cara mencerna voltase trafo dengan langkah tepat Cara cek trafo tidak ada tulisannya, karena hal ini signifikan ketika kita hendak menunggangi transformator tersebut pada sebuah rangkaian khususnya power supply, diharapkan akan mendapatkan kepastian bahwa komponen tersebut bermoral-etis masih bagus sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pengukuran transformator ini sebenarnya terlampau sederhana yakni dengan memanfaatkan fungsi ohm sreg multimeter, yang nantinya akan digunakan untuk mencerna apakah gelung kawat trafo tersebut masih mengikat atau sudah putus. Biaya siluman memaklumi transformator apakah masih bagus Walaupun transformator bentuknya bukan seberapa dan begitu juga lain terjadi pemutusan sangkut-paut, tetapi harus diuji terlebih dahulu sebelum dipasang maupun disolder. Situasi ini disebabkan memiliki gelendong/lilitan sekunder dan primer. Puas kumparan sekunder berjarak dengan tiga suku. Bakal mengetahui teriris tidaknya gulungan sebuah transformator boleh Kamu cak bagi Pertama avometer disiapkan kemudian memutar saklar pada posisi Ohm meter. Selanjutnya memutar penyetel buat memperoleh jarum pada angka zero. Barulah pencolok hitam dihubungkan dengan kaki lainnya pinggir kiri. Bila jarum penunjuk bergerak, berarti lilitannya baik. Kemudian pencolok bangkang Kamu pindahkan pada suku lainnya yang bakir di pinggir. Jikalau bergerak penusuk penunjuknya berarti baik. Lalu pencolok hitam dipindahkan lega salah suatu tungkai yang berada di pinggir. Apabila bergerak jarumnya berfaedah rol/gulungan sekunder dalam keadaan baik. Selanjutnya memeriksa/menguji gulungan primer yang hanya berkaki dua. Caranya seperti pengujian terhadap lilitan-lilitan sekunder. Jikalau pencucuk penunjuk mengalir-gerak berarti gulungan primer intern hal baik. Kerjakan para hobbyist pemula, cara menguji komponen yakni keadaan yang mendasar lho yang terbiasa dikuasai, termasuk transformator ini. Ciri-Ciri Trafo Rusak Apabila memperalat ferit andai intinya, maka ciri ciri trafo ferit kemungkus dapat diketahui melintasi batang ferit yang bersumber, atau abtar nan dapatt goyang atau mengeluarkan bunyi apabila diguncang. Apabila lilitan cengkut, maka itulah ciri ciri spul trafo kemungkus, ditandai dengan adanya bau menyengat dan hangus. Dapat pula diketahui seandainya diukur dengan multimeter dimana lilitan primer akan tersayat maupun sewaktu-waktu tidak nyambung, sebaliknya jika lilitan primer poin hambatannya berlebih kecil ini juga menyimbolkan transformator short alias korsleting. Tambahan Ada suatu pun kelainan yang sering muncul pada tranformator khususnya yang sudah digunakan cukup lama. Merupakan trafo rusak karena kili-kili terbakar hangus. Ini juga perlu dicari tahu bagaimana menentukan apakah lilitan pada trafo tersebut masih bagus atau sudah lalu tutung. Karena jika lilitan benang tembaga email pada trafo hangus maka akan menyebabkan hubungan singkat atau konsleting yang nantinya menyebabkan voltase drop atau malah listrik padam saat trafo dialiri tegangan AC. Cara mengetahui trafo masih bagus atau sudah busuk terbakar yaitu dengan melihat secara langsung dari rang fisiknya. Perhatikan baik-baik semua arah plong gelendong sekunder dan primer, biasanya akan nampak terbakar atau sediikit meleleh pada saduran plastiknya. Juga akan tercium bau terbakar dan menyengat momen trafo kondisi digunakan karena lilitannya terbakar akibat konslet. Transistor yang kita bahas disini khususnya transistor bipolar. Transistor bipolar mempunyai dua jenis yaitu jenis NPN dan PNP. Pada prinsipnya transistor bipolar merupakan gabungan dari dua buah diode dimana dua kutup sejenis disatukan menjadi satu yang disebut sebagai basis, sedangkan dua kutup yang sejenis lainnya yang tidak disatukan dinamakan emitor dan colektror. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini Konstruksi Dioda dan Transistor NPN dan PNP Simbol Transistor NPN dan PNP Jadi supaya penalarannya kita berfungsi terlebih daluhu kita pelajari cara mengetes diode karena pada prinsipnya mengetes transistor masih baik atau rusak sama caranya dengan mengetes diode. Sebuah diode mempunyai dua kutup yaitu anoda dan katoda, bahan anoda berjenis P dan katoda berjenis N. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di atas. Pada diode arus listrik hanya bisa mengalir dari anoda + ke katoda - yaitu dari bahan berjenis P ke bahan berjenis N. Jika kutup sumber dibalik maka tidak akan ada arus yang melewati diode tersebut. Nah disinilah prinsip untuk mengetes sebuah diode ataupun transistor masih baik atau rusak, jika aturan diatas tidak berlaku pada sebuah diode pada saat pengetesan, maka dapat disimpulkan diode tersebut rusak bisa di istilahkan jebol atau juga putus Cara Mengukur Dioda Dengan Multitester Jarum Untuk mengetahui sebuah dioda masih baik atau rusak, hal yang pertama harus dilakukan adalah menempatkan posisi multitester pada pengukuran tahanan/ ohmmeter pada posisi x1 atau x10. Posisi tersebut dapat mendeteksi tahanan yang sangat kecil, sehingga tepat untuk dipergunakan dalam pemeriksaan kerusakan dioda Langkah Pengetesan Dioda dengan Multitester Jika menggunakan multitester analog/jarum tukar posisi kabel multitester, merah di tempatkan di posisi negative sedang hitam di posisi positif. Ini disebabkan polaritas positif batere di dalam multitester terletak di terminal negatif, Menempatkan multitester pada posisi Ohmmeter di x1 atau x10 Tempatkan jarum atau probe hitam pada sisi kaki dioda yang memiliki strip perak atau katoda bahan type N sedangkan probe merah di anoda bahan type P. Pada pengukuran demikian, jarum tester harus bergerak. Tempatkan kembali dengan arah sebaliknya. Jika jarum juga bergerak, maka ini berarti dioda tersebut mengalami kerusakan atau rusak. Posisi pengukuran demikian seharusnya jarum tidak bergerak karena kita telah mengetahui bahwa dioda tidak melewatkan arus pada arah terbalik. Bentuk Fisik dari Dioda Pengukuran harus dalam keadaan aliran listrik yang telah diputus. Mengukur komponen dalam keadaan tersambung ke sumber listrik hanya dapat dilakukan oleh teknisi yang profesional. Mengukur dalam keadaan terhubung arus listrik memiliki cara yang berbeda. Namun bisa berbahaya dan berpotensi merusak rangkaian jika menyentuh komponen di sampingnya. Cara Mengetes Transistor masih baik atau Rusak Mengetes transistor yang masih baik atau rusak sebenarnya sangat mudah, karena pada dasarnya transistor merupakan salah satu komponen elektronika semikonduktor yang mempunyai tiga kaki terminal yaitu Basis B, Colector C dan Emitor E, dan mempuyai prinsip kerja sama seperti diode yaitu hanya bisa melewatkan arus listrik dalam satu arah yaitu dari bahan type P + ke bahan type N -. Pada transistor tidak dituliskan nama-nama kaki tersebut, untuk mengetahui posisi kaki-kaki transistor bias dibaca di artikel saya yang berjudul Cara Menentukan Nama Kaki-kaki Transistor. Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat simbol transistor, bedanya hanya pada arah panah masuk atau keluar saja. Jadi pada saat mengukur sebaiknya anda mengetahui jenis transistor yang diukur, apakah NPN atau PNP?. Tapi jika belum tahu berikut cara mengeceknya, Cara Membedakan Transistor NPN dan PNP Menentukan Transistor NPNArahkan selector multimeter pada Ohm meter, posisi probe masih tetap dibalik seperti pada langkah nomor satu pengetesan diode, kemudian tempelkan ujung pencolok merah multimeter ke kaki basis transistor, kemudian tempelkan pencolok hitam pada kaki emitor, maka jarum harus bergerak, jika tidak bergerak berarti bukan TR NPN. Kemudian kita balik pencolok hitam ditempelkan ke kaki basis transistor kemudian pencolok merah ke kaki emitor atau kolektor, maka jarum harus tidak bergerak. Menentukan Transistor PNP Sama seperti diatas selector multimeter diarahkan ke ohm meter, selanjutnya tempelkan pencolok hitam ke kaki basis, kemudian pencolok merah kekaki emitor atau colector, maka jarum harus bergerak. Selanjutnya tempelkan ujung pencolok merah kekaki basis transistor, dan pencolok hitam kekaki colector atau emitor, maka jarum harus tidak bergerak. Jika kita sudah mengetahui jenis transistor PNP atau NPN, selanjutnya kita coba cara mengetes transistor masih baik atau rusak, masih hidup atau sudah mati. caranya cukup mudah, minimal anda sudah mempunyai multimeter atau ohmmeter saja sudah cukup untuk mengeceknya. Cara mengecek Transistor PNP Kabel merah dan kabel hitam tetap ditukar posisinya merah di - dan hitam di + multitester, ini bertujuan untuk menyesuaikan polaritas batere pada multitester. Pada langkah ini sama seperti cara menentukan transistor PNP di atas, jika pergerakan jarum multitester tidak seharusnya berarti rusak. Jika kaki basis ditempel pencolok merah dan kaki emitor ditempel pencolok hitam maka wajib tidak bergerak, jika bergerak berarti transistor sudah mati atau russak. Begitu juga dengan kaki Colector. Kemudian tempelkan pencolok merah ke kaki colector dan pencolok hitam ke kaki emitor. maka jarum harus tidak bergerak, jika bergerak berarti transistor sudah pasti rusak. Selanjutnya kita balik yaitu pencolok hitam kita tempel ke kaki basis, sedang yang lainnya ke pencolok merah, maka jarum harus bergerak, jika tidak berarti sudah rusak atau mati. Cara Mengecek Transistor NPN Kabel merah dan kabel hitam tetap ditukar posisinya merah di - dan hitam di + multitester, ini bertujuan untuk menyesuaikan polaritas batere pada multitester. Pada langkah ini sama seperti cara menentukan transistor NPN di atas, jika pergerakan jarum multitester tidak seharusnya berarti rusak. Jika kaki basis ditempel pencolok hitam kemudian kaki colektor ditempel pencolok merah jarum multimeter harus diam, jika bergerak berarti rusak, Selanjutnya tempelkan kaki colector ke pencolok merah dan pencolok hitam ke kaki emitor, maka jarum juga tidak boleh bergerak, kalau bergerak rusak. Kemudian kita tempel pencolok merah ke kaki Basis dan pencolok hitam ke kaki colector, Maka jarum wajib bergerak, jika tidak tandanya transistor sudah putus. begitu juga dengan kaki emitor. Jadi kesimpulannya jika ingin mengetahui rusak tidaknya transistor yang penting kita tahu terlebih dahulu jenis NPN atau PNP, jika sudah mengetahui jenisnya, selanjutnya tinggal kita cek, kalau tidak sesuai dengan keadaan seharusnya seperti pada poin mengukur Transistor, berarti bisa dibilang rusak. Terdapat pengecualian untuk transistor pada horizontal TV, juga regulator tv yang berjenis mosfet, maka cara pengukurannya tentu akan berbeda, cara mengetes MOSFET Klik di sini . Saya menjual peralatan Mesin Penetas Telur dan lainnya, Anda yang berminat pada produk Thermostat Cemani dan Thermometer, juga Kit Inverter pengubah tegangan DC ke AC menjadi 220 Volt, Kit Charger Otomatis, dan barang kebutuhan lainnya. silahkan hubungi Toko Online saya klik disini Toko Pedia atau Oi Shop klik mau berbelanja secara langsung bisa SMS maaf tidak menerima telpon ke no. 0819 780 7118, transfer Harga Barang + Ongkos Kirim ke rekening BRI 5647 0101 7545 537 An. ASRI.