Iswara Rinald Bachtiar (2018) Pelestarian warisan budaya Majapahit di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto / Rinald Bachtiar Iswara. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang. Salahsatu upaya perlindungan terhadp warisan budaya adalah melalui pencatatan. Tujuan kegiatan pencatatan ini adalah untuk merancang sistem manual dan online Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sesuai situasi, kondisi dan teknologi mutakhir; menyusun pedoman praktis pencatatan Warisan Budaya Tak Benda dan pemanfaatnanya oleh kelompok sasaran Upayapelestarian warisan budaya yang sesuai informasi tersebut adalah? mengajarkan wayang pada mata pelajaran bahasa Jawa membuat lembaga yang bertugas menjaga kelestarian wayang menggunakan wayang sebagai media pembelajaran di kelas membuat peraturan yang mewajibkan sekolah mengajarkan wayang Semua jawban benar pelestariandan nilai budaya masyarakat. 32. Adaptasi adalah upaya pengembangan Cagar Budaya untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau kerusakan pada bagian yang mempunyai nilai penting. 33. Pemanfaatan . . . pusat daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam upaya pelestarian warisan budaya yang sudah terdaftar di UNESCO tersebut. B. Permasalahan Beberapa permasalahan yang terjadi dalam upaya pelestarian WBTB yang sudah ditetapkan dalam daftar ICH UNESCO, mendasari pelaksanaan penelitian ini. Permasalahan tersebut adalah: 1. Denganwarisan tersebut, pemuda dengan sikap dan tindakan inovatif, kreatif dan kritisnya seharusnya mampu menjaga citra bangsa salah satunya melalui budaya. Warisan budaya indonesia yang pertama dikenal yaitu wayang. Hal itu diakui oleh UNESCO sebagai karya agung budaya dunia pada tahun 2003. Melihathal tersebut, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng memiliki beberapa program kegiatan dalam upaya pelestarian warisan budaya. Dimulai dari tahun 2018 beberapa program yang sudah berjalan diantaranya Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat Kabupaten/Provinsi yang diadakan setiap tahunnya dan Buleleng Festival yang juga dijadikan upaya Tujuanpenelitian ini adalah untuk memaparkan berbagai hal mengenai pemberdayaan dan pelestarian warisan budaya diantaranya : (1) Upaya Komunitas Tjimahi Heritage dalam memberdayakan masyarakat melalui pelestarian warisan budaya, (2) Program Komunitas Tjimahi Heritage dalam memberdayakan masyarakat melalui pelestarian warisan budaya, dan (3 BUETdP. GIANYAR- Bali memiliki peranan penting dalam pelestarian warisan budaya dan pusaka leluhur di Tanah Air karena masyarakatnya sejak lama terkenal dengan adat budaya, lingkungan dan sejarah. Ketua BPPI Badan Pelestarian Pusaka Indonesia Hashim Djojohadikusumo menyatakan hal itu usai pembukaan International Conference of National Trusts ICNT ke-17 di Museum Subak, Pantai Masceti Gianyar, Senin 11/9/2017. Hashim mengungkapkan, masalah warisan pusaka yang juga menjadi perhatian dunia selain pelestarian warisan budaya, mencakup hal-hal yang luas seperti landskap, tanah, udara, laut, sungai atau pun dampak negatif dari perubahan iklim yang terjadi saat ini. Hal itu juga sejalan dengan tema yang diangkat dalam konferensi dihadiri “Menjaga budaya dan kelestarian lingkungan hidup”. "Saya kira Bali memiliki peran khusus dalam hal pelestarian warisan budaya dan pusaka nenek moyang karena masyarakatnya terkenal dengan budaya, lingkungan dan sejarah," tegasnya lagi. Menurutnya, tantangan besar ke depan yakni bagaimana seluruh kabupaten/kota di Indonesia dapat menjaga warisan pusaka. Pasalnya, sampai saat ini dari 514 kabupaten/kota baru tiga yang masuk dalam warisan pusaka dunia. Diharapakan, Gianyar bisa menjadi contoh Kota Pusaka di Indonesia lantaran dinilai berhasil dalam menjaga, merawat warisan budaya dan pusaka nenek moyang. “Kita berharap Gianyar bisa menjadi contoh dan teladan bagi 500 Walikota/Bupati dan Gubernur di seluruh Indonesia dalam hal pelestarian warisan nenek moyang,” sambung Hashim. Saat ini baru tiga kota/kabupaten di Indonesia yang tercatat sebagai kota pusaka dunia dari 298 kota di berbagai belahan dunia. Tiga kota/kabupaten yang diakui sebagai kota pusaka yakni Surakarta, Denpasar dan Gianyar. Gianyar sendiri boleh dikatakan menjadi satu-satunya kabupaten yang meraih penghargaan kota pusaka dunia. Sebab pengakuan itu sesungguhnya untuk sebuah kota. Hashim menambahkan Gianyar dipilih menjadi tuan rumah ICNT yang diikuti 300 peserta dari 30 negara itu, karena dinilai mampu menjaga kearifan lokal seperti subak, tarian Bali dan budaya lainnya yang merupakan warisan nenek moyang. Di pihak lain, kepentingan Indonesia dalam ajang ICNT karena dengan penunjukkan Gianyar sebagai penyelenggara konferensi internasional ke-17 ini, bisa belajar dari para tokoh-tokoh internasional yang hadir. "Kita bisa belajar bagaimana cara merawat, menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki daerah lain di dunia,” ujarnya. Dalam kesempatan sama Ketua Panitia Catrini Pratihari Kubontubuh mengatakan persoalan ke depan bukan sebatas kepercayaan sebagai kota pusaka itu melainkan bagaimana bisa menjaga, merawat dan mengimplementasikannya. "Kita berharap Bali khususnya Gianyar bisa terus menjaga budaya dan pusaka untuk menjadi bagian dari solusi dunia dalam melestarikan lingkungan yang berkelanjutan," katanya menegaskan. Ia menambahkan dalam berbagai pertemuan ada usulan agar Bali bisa menjadi World Heritage Island. Hal sama disampaikam Bupati Gianyar AAG Beratha juga berharap ke depan bukan hanya Gianyar tapi seluruh kabupaten di Bali jadi kota pusaka. ICNT ke-17 berlangsung selama lima hari mulai Senin 11/9 hingga 15 September mendatang. Usai pembukaan seluruh delegasi disuguhkan dengan kegiatan budaya adu ayam, permainan layang-layang serta pelepasan tukik di pantai Masceti.rhm - Peninggalan bersejarah ada banyak jenisnya dan manfaatnya. Maka generasi penerus harus menghargai dan melestarikan peninggalan bersejarah. Bagaimana sikapmu untuk menghargai dan melestarikan peninggalan bersejarah?Upaya pelestarian peninggalan bersejarah Mengutip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, cara untuk menghargai peninggalan bersejarah agar tetap lestari adalah Memelihara peninggalan bersejarah sebaik-baiknya Melestarikan benda bersejarah agar tidak rusak, baik oleh faktor alam atau buatan Tidak mencoret-coret benda peninggalan bersejarah Turut menjaga kebersihan dan keutuhan Wajib menaati tata tertib yang ada di setiap tempat peninggalan bersejarah Wajib menaati peraturan pemerintah dan tata tertib yang berlaku Menjaga kebersihan dan keindahan Perlindungan terhadap peninggalan bersejarah seperti situs-situs atau benda-benda sejarah perlu dilakukan. Pemerintah telah melakukan perawatan dan pemugaran terhadap peninggalan bersejarah. Selain pemerintah, pihak swasta juga turut membantu pelestarian. Apabila ada yang melakukan pelanggaran yang merugikan upaya pelestarian peninggalan bersejarah, harus dijatuhi sanksi. Baca juga Manfaat Peninggalan Bersejarah Contoh upaya pelestarian peninggalan bersejarah Upaya pelestarian peninggalan bersejarah dapat dilakukan sesuai dengan bentuk dan jenis peninggalan bersejarah. Contoh cara melestarikan bentuk peninggalan bangunan adalah Menjaga kebersihan di dalam dan di luar bangunan Menjaga dan merawat peninggalan berupa peralatan dan perlengkapan Mencegah dari kerusakan-kerusakan karena alam atau tangan manusia Contoh cara melestarikan bentuk peninggalan kesenian adalah Mengadakan acara secara rutin oleh pemerintah setempat Menjadikan acara kebanggaan masyarakat setempat Menjadikan ikon wisata untuk menarik wisatawan Mempromosikan kesenian Memasukkan ke dalam mata pelajaran kesenian di sekolah setempat Mengadakan festival atau lomba Membina kelompok kesenian Mengabadikan kesenian dalam bentuk buku atau rekaman Baca juga Sumber Sejarah Primer dan Sekunder Cagar budaya Pemerintah Indonesia melakukan salah satu upaya perlindungan terhadap peninggalan bersejarah melalui Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Perlindungan itu dilakukan karena cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa, sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia. Pelestarian dilakukan karena keberadaannya penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional. Baca juga Pentingnya Belajar Sejarah Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat benda, bangunan, struktur, situs dan kawasan yang dikelola pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pelestarian cagar budaya bertujuan untuk Melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia Meningkatkan harkat dan martabat bangsa Memperkuat kepribadian bangsa Meningkatkan kesejahteraan rakyat Mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional Upaya pelestarian meliputi pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya di darat dan di air. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Rejang Lebong, Bengkulu ANTARA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek memberikan apresiasi upaya pelestarian aksara kaganga milik suku Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang dilakukan kalangan masyarakat setempat. "Kami dari Kemendikbud sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini, tidak banyak komunitas atau kelompok-kelompok anak muda yang punya inisiatif dan semangat untuk melestarikan warisan budaya," kata Ratna Yunasih Staf Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek d isela-sela kegiatan pelatihan aksara kaganga di Rejang Lebong, Sabtu. Dia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara AMAN Rejang Lebong tersebut sebagai upaya untuk melestarikan salah satu warisan budaya mereka agar tidak punah yakni aksara kaganga. Melalui kegiatan yang bertemakan merawat aksara kaganga Rejang ini, kata dia, mereka mencoba untuk mengenalkannya kembali aksara kaganga kepada anak-anak muda serta berupaya melakukan revitalisasi maupun bekerjasama dengan dinas pendidikan dan kebudayaan setempat menguatkan muatan lokal yang terkait dengan aksara kaganga itu. "Kami berharap tindaklanjutnya nanti berjalan sehingga anak-anak muda dan anak-anak di sini mengenal dan juga bisa mulai dari membaca, menulis dan mengartikan tulisan kaganga itu di kehidupan mereka sehari-hari. Kalau secara lisan mereka masih memakai bahasa Rejang tetapi untuk menuliskannya itu yang kurang," terangnya. Baca juga Mendikbud Pelestarian aksara Jawa mutlak dilakukan Sementara itu Pengurus Daerah AMAN Rejang Lebong Khairul Amin mengatakan, kegiatan pelatihan atau workshop merawat aksara kaganga yang mereka laksanakan ini diikuti oleh 40 anak muda yang berasal dari lima desa adat atau kutei di Rejang Lebong yakni Kutei Cawang An, Kayu Manis, Lubuk Kembang, Air Lanang dan Kutei Seguring. "Aksara kaganga ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Aksara kaganga ini juga sudah diakui oleh ilmuwan luar negeri sebagai salah satu bahasa tertua yang ada di dunia," kata dia. Menurut dia, pada kegiatan pelatihan yang mereka gelar selama dua hari 10-11 Juni 2023 menampilkan pemateri dari Direktorat KMA Kemendikbudristek, kemudian dari Badan Musyawarah Adat BMA Rejang Lebong dan dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, di mana para pesertanya diberikan pengetahuan tentang sejarah suku Rejang dan aksara kaganga, kemudian penyebarannya termasuk sejarah empat marga dalam suku Rejang. "Tujuan kegiatan kita ini untuk melestarikan adat dan budaya suku Rejang. Mereka ini kami berikan pelatihan menulis dan membaca aksara kaganga layaknya pelajaran di sekolah namun metode yang kita gunakan lebih praktis dan mudah dimengerti," demikian Khairul Amin. Baca juga Pelestarian aksara Nusantara perlu dukungan digitalisasi Baca juga Ratusan peserta ikuti Bulan Bahasa Aksara dan Sastra Bali di Badung Baca juga Amrih, pelopor digitalisasi aksara Jawa di YogyakartaPewarta Nur MuhamadEditor Triono Subagyo COPYRIGHT © ANTARA 2023